Rumusnya
Hukum Ohm menghubungkan tiga besaran dasar rangkaian:
V = I × R
V adalah tegangan dalam volt, I arus dalam ampere, dan R hambatan dalam ohm (Ω). Jika diubah, I = V ÷ R dan R = V ÷ I, jadi dua besaran cukup untuk mencari yang ketiga.
Daya
Daya yang berubah menjadi panas, dalam watt, didapat dari besaran yang sama:
P = V × I = I² × R = V² ÷ R
Contoh perhitungan
Resistor 220 Ω dipasang pada catu daya 12 V.
- Arus: I = 12 ÷ 220 = 0,0545 A, atau 54,5 mA.
- Daya: P = 12 × 0,0545 = 0,65 W.
Resistor ¼ W biasa akan terlalu panas di sini. Pilih resistor dengan rating setidaknya sekitar dua kali daya yang dibuangnya, jadi 1 W atau lebih.
Menghitung tegangan
Arus 20 mA melalui resistor 470 Ω menghasilkan jatuh tegangan V = 0,020 × 470 = 9,4 V. Begitulah resistor seri mengatur arus LED: R = (tegangan catu − tegangan LED) ÷ arus.
Resistor seri dan paralel
- Seri: hambatan dijumlahkan. 100 Ω + 220 Ω = 320 Ω.
- Paralel: 1 ÷ R = 1 ÷ R1 + 1 ÷ R2. Dua resistor 100 Ω paralel menjadi 50 Ω.
Kapan berlaku
Hukum Ohm berlaku untuk resistor dan kabel pada suhu tetap. LED, dioda, dan lampu tidak mengikuti garis lurus, dan pada rangkaian AC dengan kumparan atau kapasitor, hambatan menjadi impedansi yang juga bergantung pada frekuensi.
Kalkulator
Kalkulator hukum Ohm mencari nilai yang hilang dan dayanya dari dua nilai. Kalkulator pembagi tegangan, kalkulator resistor LED, dan kalkulator resistor seri dan paralel mencakup rangkaian paling umum yang memakainya.