Mengapa tegangan turun
Setiap kabel punya hambatan, jadi arus yang mengalir di dalamnya kehilangan sedikit tegangan di sepanjang jalan. Pada tarikan panjang atau kabel yang tipis, peralatan di ujung menerima jauh lebih sedikit daripada yang diberikan sumber, dan energi yang hilang memanaskan kabel.
Rumusnya
Pada rangkaian DC dan satu fase, arus mengalir pergi dan pulang, jadi panjangnya dihitung dua kali:
jatuh tegangan = 2 × panjang × arus × resistivitas ÷ luas penampang
Pada rangkaian tiga fase, ganti angka 2 dengan √3, sekitar 1,732. Tembaga punya resistivitas sekitar 0,0172 Ω·mm²/m; aluminium sekitar 0,0282.
Contoh perhitungan
Tarikan satu fase sepanjang 25 m dengan kabel tembaga 2,5 mm² yang dialiri 16 A: 2 × 25 × 16 × 0,0172 ÷ 2,5 = 5,5 V. Pada 230 V itu sama dengan 2,4%.
Berapa yang dapat diterima
Target yang umum adalah tidak lebih dari 3% pada sirkuit cabang dan 5% total dari sumber sampai beban, seperti yang direkomendasikan catatan informatif National Electrical Code Amerika Serikat. Aturan instalasi setempat, seperti PUIL di Indonesia, menetapkan batasnya sendiri. Bila jatuh tegangan terlalu tinggi, pakai kabel yang lebih besar atau tarikan yang lebih pendek. Kabel juga harus mampu menghantarkan arusnya, hal yang tidak diperiksa oleh hitungan jatuh tegangan saja.
Kalkulator dan tabel
Kalkulator Jatuh Tegangan bekerja dengan AWG atau mm², tembaga atau aluminium. Tabel Ukuran Kabel AWG mendaftar setiap ukuran AWG dengan diameter, luas penampang, dan hambatannya.