Gagasan utama
Pola pewarisan melampaui dominansi sederhana. Golongan darah ABO memiliki tiga alel, sifat terpaut kelamin bergantung pada jenis kelamin anak, dan beberapa alel bercampur. Masing-masing diselesaikan dengan kotak Punnett dan aturan perkalian.
- Dominansi penuh: Aa menunjukkan sifat dominan, dan persilangan dua pembawa menghasilkan ¾ dominan, ¼ resesif, dan ⅔ keturunan dominan adalah pembawa.
- ABO: Iᴬ dan Iᴮ kodominan dan keduanya dominan terhadap i. Iᴬi menghasilkan golongan A, Iᴮi golongan B, IᴬIᴮ golongan AB, dan ii golongan O.
- Resesif terpaut X: laki-laki terkena adalah XʰY dan perempuan memerlukan XʰXʰ. Ibu pembawa dan ayah normal menghasilkan separuh anak laki-laki terkena dan tidak ada anak perempuan terkena, tetapi separuhnya pembawa.
- Dominansi tidak penuh menghasilkan heterozigot antara, sehingga persilangan dua heterozigot menghasilkan 1 : 2 : 1 baik pada genotipe maupun fenotipe.
Persamaan penting
Aa × Aa → ¼ AA : ½ Aa : ¼ aaIᴬi × Iᴮi → A, B, AB, O each ¼XᴴXʰ × XᴴY → ½ of sons affectedP(A and B) = P(A) × P(B)
Contoh soal
Ibu bergolongan A (Iᴬi) dan ayah bergolongan B (Iᴮi) dapat memiliki anak bergolongan apa pun: A, B, AB, atau O, masing-masing dengan peluang ¼. Ibu pembawa dan ayah normal (XᴴXʰ × XᴴY) memiliki anak laki-laki terkena 50 %, anak perempuan terkena 0 %, dan pembawa 50 %.
Kesalahan umum
- Lupa bahwa heterozigot Iᴬi bergolongan A, bukan campuran.
- Memberi anak perempuan peluang terkena yang sama dengan anak laki-laki pada persilangan resesif terpaut X.
- Mengambil ¼, bukan ⅔, sebagai bagian pembawa di antara anak yang tidak terkena dari dua pembawa.
Latihan
Uji dirimu dengan soal latihan tentang topik ini: Pola pewarisan sifat