Gagasan utama
Spektroskopi absorpsi mengukur seberapa banyak cahaya yang diserap sampel. Hukum Beer–Lambert membuat absorbansi sebanding dengan konsentrasi, yang menjadi dasar kebanyakan uji kolorimetri dan UV.
- Transmitans adalah T = I ÷ I₀ dan absorbansi adalah A = −log₁₀ T. Absorbansi 1 berarti 10 % cahaya lolos, dan 2 berarti 1 %.
- Hukum Beer–Lambert adalah A = εbc, dengan ε absortivitas molar, b panjang lintasan dalam cm, dan c konsentrasi dalam mol/L.
- Kurva kalibrasi absorbansi terhadap konsentrasi yang diketahui memungkinkan membaca sampel tak dikenal. Hasil terbaik di bawah absorbansi sekitar 1.
- Selalu lakukan blanko dengan pelarut atau penyangga agar hanya absorbansi sampel yang terukur.
Persamaan penting
A = εbcA = −log₁₀ TT = I ÷ I₀E = hc ÷ λ
Contoh soal
Suatu larutan memiliki ε = 6220 L/(mol·cm), kuvet 1,00 cm, dan A = 0,62. Maka c = A ÷ (εb) = 0,62 ÷ 6220 = 1,0 × 10⁻⁴ mol/L. Transmitansnya T = 10^(−0,62) = 0,24, jadi 24 % cahaya diteruskan.
Kesalahan umum
- Memakai persen transmitans sebagai pengganti absorbansi dalam A = εbc.
- Lupa panjang lintasan ketika kuvet tidak 1 cm.
- Memercayai bacaan di atas absorbansi sekitar 2, ketika instrumen tidak lagi linear.
Latihan
Uji dirimu dengan soal latihan tentang topik ini: Spektroskopi